Your web-browser is very outdated, and as such, this website may not display properly. Please consider upgrading to a modern, faster and more secure browser. Click here to do so.

Your Nana



Dalam dekapan seorang pria penyabar, pencinta, talkless, konvensional, dan berjiwa besar

Posts tagged Tuhan

May 15 '13
Ada orang yang sudah berkeliling dunia, menjelajah kemana-mana, bertemu dengan bermacam-macam warna kulit dan suku bangsa, tapi pikirannya masih dangkal, hatinya sempit, tak secuilpun kebijaksanaan yang dipunyainya.

Ada pula orang yang setiap hari hanya bisa duduk di ruangan sempit, terkungkung dengan rutinitas-rutinitas itu-itu saja, tak pernah berpindah, tak pernah bepergian, tapi pikirannya dalam, hatinya lapang, kebijaksanaannya berlimpah.

Ternyata benar, bahwa urusan ilmu dan hidayah, hanya Sang Pencipta yang memegang kendali. Jika Pencipta menghendakinya, seorang yang tak berpendidikan pun bisa memiliki kebijaksanaan berlimpah. Sebaliknya, bila hati dan pikiran sudah ditutup oleh Penciptanya, tak secuilpun ilmu bisa masuk, sekalipun ia sudah mengitari seluruh dunia.

129 notes

May 5 '13
Kenapa memohon kepada bintang jatuh jika kau bisa meminta langsung kepada Penciptanya?

Kenapa berterimakasih kepada semesta jika kau dapat bersujud syukur langsung kepada Penciptanya?

(Picture: ”*” by Mikko Lagerstedt, via astratos)

4 notes

Apr 12 '13
Akal bisa mengetahui bahwa segala yang ada ini punya 1 pencipta, 1 tuhan. Tapi akal tidak mungkin bisa mengetahui dengan sendirinya apa yang dicintai oleh Tuhan.

Oleh karenanya, Dia turunkan kitab dan Dia utus para Rasul untuk memberi petunjuk kepada manusia.

@dr_abusalah - Dr Muhammad Hisyaam Thaahiri, mendapatkan gelar Doktor dari Fakultas Akidah Universitas Islam Madinah, Imam dan Khotib di Kementrian Wakaf Kerajaan Arab Saudi. (via twitulama)
(Picture via yoonarinyoo)

13 notes (via twitulama)

Feb 17 '13
Jika kau benar-benar percaya kepada Tuhan, Dia tidak akan mengecewakanmu. Jika kau masih kecewa padaNya, artinya kau belum cukup percaya padaNya.

Jan 10 '13
Galau kok terus-terusan. Nggak punya Tuhan apa?
— Ini Dewantika

2 notes

Nov 16 '12

Ada orang yang sibuk MEMBUKTIKAN keberadaan Tuhan, dengan cara memperlakukan-Nya sebagai benda mati..! Padahal DIA kan Maha Hidup dan Maha BERKEHENDAK?

Kalau Dia mau, ya Dia akan ‘menampakkan’ Diri, dan kita menyebutnya ‘terbukti’. Tapi kalau Dia tidak mau, dan lantas ‘tidak menampakkan’ Diri, orang ateis menyebutnya sebagai ‘tidak terbukti’… :(

QS. Fushshilat (41): 53-54
Kami akan MEMPERLIHATKAN kepada mereka (orang-orang yang percaya kepada Allah) tanda-tanda (keberadaan) Kami di seluruh penjuru Bumi dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu benar. Tidak cukupkah (bagimu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menyaksikan segala sesuatu?

Ketahuilah, sesungguhnya mereka (orang-orang yang tidak percaya Tuhan itu) berada di dalam KERAGUAN tentang pertemuan dengan-Nya. (Padahal) ingatlah, sesungguhnya Dia (sudah hadir) meliputi segala sesuatu.

— Agus Mustofa (via tigakomaempatbelas)

3 notes (via air-sunyi)

Oct 8 '12
Perhatian banget sama jumlah follower. Udah follow Tuhan belum?

Sep 29 '12
Anda tak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan kepada Anda. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung nan Mulia.

Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, maka apalagi kepada saya dan Anda.
— @zahidhdr (via zahidhdr)

3 notes (via zahidhdr)

Sep 29 '12

PERAN

Waktu itu aku naik angkot ke arah kampus. Di jalan, aku mengamati aktivitas orang-orang. Kulihat di luar orang-orang kesana kemari seperti sedang diburu waktu. Ada pengendara motor yang wajahnya kepanasan, ada tukang parkir yang berkeringat dan sibuk mengatur mobil-mobil, ada pedagang kaki lima mencari-cari plastik untuk bungkus makanan yang dijualnya, ada pemuda-pemuda seusiaku dengan ransel besarnya, ada pengemis-pengemis, tukang sol sepatu, bapak-bapak berjalan kaki yang wajahnya berpikir keras, semuanya bergerak, semuanya berjalan. Semuanya sedang menjalankan peran.
Ya. Semuanya sedang menjalankan peran yang entah mereka bersedia atau tidak, peran itu harus dimainkannya. Semua sibuk. Semua bergerak. Bahkan pengangguran paling malas pun tetap menjalankan perannya.

Lalu aku kesal pada diriku sendiri. Apa peranku di sini? Sudahkah aku menjalankan peran yang diberikan padaku? Sudahkah orang lain merasakan manfaat dari peran yang kubawakan, apapun itu? Bagaimana bila ada ‘Sang Sutradadara’ Agung yang memberikan peran itu namun aku ternyata tidak profesional menjalankannya? Bagaimana kalau nanti aku dimintai pertanggungjawaban atas peran yang tidak kumainkan dengan baik itu?

Tiba-tiba aku merasa begitu kerdil dan tak berguna.

— Ratna
Picture: “Piazza” by Dale Wylie

2 notes

Sep 28 '12
Kesepian terhebat, kekasih, bukan ketika kita saling jauh satu sama lain. Melainkan ketika kita jauh dari Tuhan yang telah mempersatukan cinta kita.
— Ratna

5 notes

Sep 23 '12
Apa yang bisa kita sombongkan hari ini?Duit? Pekerjaan? Prestasi? Baju bermerk? Tampang?Sehebat apapun, kita tetap debu tak berarti dibandingkan kekuasaan Tuhan. Dia bisa menggilas kepunyaan yang kita sombongkan itu sewaktu-waktu.Picture: “Sandstorm” by Kyle Thompson

Apa yang bisa kita sombongkan hari ini?
Duit? Pekerjaan? Prestasi? Baju bermerk? Tampang?
Sehebat apapun, kita tetap debu tak berarti dibandingkan kekuasaan Tuhan. Dia bisa menggilas kepunyaan yang kita sombongkan itu sewaktu-waktu.

Picture: “Sandstorm” by Kyle Thompson

3,432 notes (via kylejthompson)

Sep 11 '12

Renungan Pagi dari Ali Bin Abi Thalib R.A yang Dituangkan di FB Muchsin (Seorang yang Tertembak Mati Oleh Densus 88 di Solo Kemarin)

“Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas keimanan, keimanan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.

Banyak org baik tapi tak berakal,
ada orang berakal tapi tak beriman.

Ada lidah fasih tapi berhati lalai,
ada yang khusyuk tapi sibuk dalam kesendirian.

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis,
ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi.

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat,
ada yg menangis karena kufur nikmat.

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat,
ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.

Ada yg berlisan bijak tapi tak memberi teladan,
ada pelacur yang tampil jadi figur.

Ada orang yang punya ilmu tapi tak paham,
ada yang paham tapi tak menjalankan.

Ada yang pintar tapi membodohi,
ada yang bodoh tak tahu diri.

Ada orang beragama tapi tak berakhlak,
ada yang berakhlak tapi tak bertuhan.

Lalu d iantara semua itu dimanakah aku berada…??”

— Ali bin Abi Thalib R.A.

(Source: facebook.com)

4 notes

Sep 7 '12

#bermainmaindengantuhan 7: Satu: Hanya Pohon

muhammadakhyar:

untuk yang gemar mempermainkan tuhan, untuk yang ingin akrab dengannya


Jika kau kira berseraknya pelanggaran karena terlalu banyak larangan, lalu berapa larangan untuk nenek moyangmu di surga waktu itu?

2 notes (via muhammadakhyar)

Sep 7 '12
Kalau Tuhan sudah murka, mau berlindung pada siapa lagi? Mau berharap pada siapa lagi?
— Bukan menggurui, hanya bertanya.

1 note

Sep 6 '12
Apa yang benar menurut kita, belum tentu benar menurut orang lain; apa yang benar menurut Tuhan, akan selalu benar
— Ratna

8 notes