Cobaan pertama di awal-awal pernikahan menurut saya adalah pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang sekitar yang beraneka versi namun maknanya sama, yaitu:
“Udah isi belum??”
Dan dengan gaya seperti artis di infotainment, saya jawab:“Doanya aja yaa…”
Mau berjilbab atau tidak, itu kan hak saya.
Tapi tubuh kita bukan hak kita. Status kita hanya dipinjamkan. Milik kita hanya roh yang di tiupkan ke dalam jasad yang Allah pinjamkan. Bahkan roh itu sendiri berada dalam genggamanNya. Jika barang yang kita pinjamkan ke orang lain, kemudian orang tersebut merusaknya maka kita akan marah. Sama seperti Allah. Allah bebas melakukan apapun terhadap ciptaanNya. Jika amanah yang Dia berikan tidak di jaga dengan semestinya sesuai dengan perintahNya.
Sebab bagi Muslimah ia seakan berkata jilbabku adalah nilaiku, lambang kepatuhan kita kepada perintah Allah. Penilaian hakiki hanya dari Allah, akan terpuaskan kita akan penilaianNya. Karena kita adalah berlian mahal yang tidak mudah terjamah oleh sembarang orang dan bukan batu kerikil yang banyak bertebaran di jalan-jalan dan mudah dipegang.
#IndonesiaTanpaJIL
Tiga bulan lalu, saya seakan bangun dari tidur panjang.
Saat itu, di jagat twitter, muncul tanda pagar (tagar) Indonesia Tanpa JIL, dan akun twitter pergerakannya. Saya, yang udah lama eneg dengan jaringan ini, kayak dapet oase di tengah tandusnya gurun sahara, lengkap dengan AC portabel, kasur yang empuk, dan segelas es jeruk. :D
Masih inget bertahun-tahun yang lalu, sempet baca ide nyeleneh JIL tentang revisi kitab suci Al Quran. Ide tinggallah ide, dari sebelum ada Empat Mata-nya Tukul sampe heboh Afiqah si gadis cilik oreo belakangan ini, revisi tersebut nggak muncul-muncul. Ide revisi hilang, terbitlah ide penafsiran Al Quran secara terbuka, dengan menggunakan metode hermeneutika. Lekat di pikiran saya, istilah hermeneutika ini terdapat di buku Metodologi Penelitian yang saya punya. Entah waras atau tidak silahkan nilai, mosok kitab suci Al Quran yang datang dari Allah SWT, disejajarkan dengan skripsi/tesis/disertasi?
Kembali ke kemunculan pergerakan #IndonesiaTanpaJIL. Prinsipnya, gerakan ini Do It Yourself. Lakukan sendiri, tanpa komando. Seakan slogan ini mendorong simpatisannya untuk melakukan sesuatu untuk movement ini dari yang kecil. Mulailah dengan men-download file flyer-nya, print 1 lembar, fotokopi 20 lembar, Anda udah berkontribusi menyadarkan 20 orang dari bahaya pemikiran JIL. Semua atas inisiatif sendiri, dengan kocek sendiri, lakukan sendiri.
Selain itu, #ITJ mengusung prinsip pemikiran haruslah dilawan dengan pemikiran. Ini menyejukkan saya, karena saya masih mendapati segelintir simpatisan yang masih menghujat penggiat JIL secara personal, bukan pemikirannya. Tapi saya optimis, karena gerakan ini selalu memperbaiki diri, dengan selalu mengajak simpatisannya untuk lebih cerdas dalam menyikapi pemikiran JIL.
#ITJ eksis di beragam aksi di berbagai kota. Mulai dari demo, sebar flyer, kajian, bikin artwork, dll. #ITJ sempat muncul di harian Pikiran Rakyat, dan yang baru-baru ini, diundang ke HardRock FM Jakarta, dalam rangka diskusi ProvocActive yang rencana awalnya menghadirkan perwakilan #ITJ dan JIL (rekaman ada di sini). Sayang, wakil JIL ngga ada yang nongol—ironis, padahal mereka getol mendorong diskusi—sehingga yang terjadi…ah baca dan dengar sendiri ya di link tadi. :D
Singkatnya, movement ini berkembang dan terus berkembang. Tak ada syarat lain kecuali melawan dengan cerdas, meng-counter pemikiran mereka dengan ilmu. Di luar itu, tak peduli Anda itu NU, Muhammadiyah, PKS, golput, alim, begajulan, FPI, FBR, F1, F Se, tapi Anda sama terusiknya dengan saya, sama gerahnya dengan saya, jika melihat JIL berceloteh dan berkarya, maka kita satu misi.
Yang pasti #ITJ bukan afiliasi dari parpol atau ormas manapun. Ngga dapet donasi dari siapapun. Gerakan ini mempersatukan muslim tanpa lihat latar belakang, karena memiliki satu misi yang sama, mewujudkan Indonesia tanpa JIL dan pemikirannya. Insya Allah!
Every minute you spend with someone gives them a part of your life and takes part of theirs.
…Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepada kamu yaitu Kitab (Al-Qur‘an) dan Hikmah (As-Sunah), untuk memberi pengajaran kepadamu…
4 Golongan Lelaki yang ‘Ditarik’ Ke Neraka Oleh Wanita
Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu.
1. Ayahnya
Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dangan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.
Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? Apakah kau mengajar shalat dan shaum (puasa) padanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bagian dari Neraka.
2. Suaminya
Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya.
Jika suami mendiam istri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka.
Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.
3. Saudara Lelakinya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.
Duhai lelaki yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Karena kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.
4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka.
Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu, nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. Karena ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa. Selamatkanlah dia dari ancaman neraka, jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi teman di dalamnya.
* * *
Betapa hebatnya tarikan wanita. Bukan saja di dunia, tapi juga di akhirat yang tak kalah hebat tarikannya. Maka, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Sumber: Fimadani
Hidup adalah seperti perpustakaan,dan tidakkah mengagumkan aku bisa jeli memilih satu buku bernama kamu dari sekian banyak buku yg berjajar?
Andaikan kita punya uang 5000 dan 50000, Ikhlas itu adalah memberikan uang yang 50000
Keikhlasan itu ketika kita bisa memberikan apa yang kita sayangi dan kita senangi
Sungguh aneh pemikiran orang-orang. Artis yang menghina beberapa agama, dielu-elukan dan dibela. Sedangkan ulama-ulama yang mencoba membendung kemaksiatan, dicaci dan dicerca.
tumblrbot asked: WHAT IS YOUR FAVORITE INANIMATE OBJECT?
Pillow
Orang yang paling merugi, ialah yang menunjukkan amal-amal shalihnya kepada manusia dan menunjukkan keburukannya kepada Allah yang lebih dekat kepadanya dari urat lehernya
Page 1 of 49

